Shalat adalah hubungan langsung antara seorang hamba dengan Khaliqnya. Khusyu' adalah konsentrasi pikiran, hati dan perasaan serta seluruh anggota tubuh tawajjuh hanya kepada Allah SWT. Timbulnya perasaan diawasi oleh Allah, merasakan keagunganNya, mensyukuri belas kasihNya, merenungi makna Al-qur'an yang sedang dibaca dan didengarkan, memahami zikir-zikir yang diucapkan termasuk takbir, tahmid dan tasbih. Seolah-olah sedang berhadapan langsung dengan Allah SWT untuk melaporkan semua amalan yang telah dan sedang dikerjakan serta menyampaikan harapan-harapan kepadaNya atas ibadah yang dilakukan.
Khusyu' ibarat antena pesawat televisi, jika antennanya rusak, maka gambar dan suaranya tidak jelas. Begitu pun dengan shalat yang tidak khusyu' maka arah dan tujuannya tidak jelas.
Al-Qur'an Q.S Al-Maun 4-6, yang artinya :
"Maka celakalah orang-orang yang shalat. yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang shalatnya tidak berpengaruh baginya. Orang riya (tidak ikhlas amal ibadahnya"
Khudu adalah merendahkan diri sebagai tanda kepatuhan, tunduk terhadap kebesaran Allah SWT. Melakukan shalat dengan tenang serta tidak melakukan gerakan lain selain yang diperintahkan dalam rukun dan sunnahnya. Tertib shalat yang kita lakukan adalah mencontoh Nabi Muhammad SAW, yaitu shalat di awal waktu, di Masjid dan dilakukan secara berjamaah.
Shalat adalah amalan yang pertama kali akan diperiksa oleh Allah SWT. Jika shalatnya baik, maka amalan yang lain akan menjadi baik, sebaliknya jika shalatnya buruk, maka semua amalannya tidak akan diterima. Shalat itu ibarat kepala pada tubuh. Jika manusia tanpa kaki atau tangan disebut orang cacat, tapi tanpa kepala disebut orang mati.
... Bersambung ke part-2